Kamis, 09 April 2015

Perkembangan kajian seni geser tulang di Indonesia


Tema Dokumentasi : Opini
Judul Dokumentasi : Mendahulukan kajian seni geser tulang di Indonesia 
Riwayat revisi : Ke-2/ 10/04/2015
Penulis : Mohamad F Akbar (Depok)
Sumber bacaan : Tidak ada.

Selamat pagi... 

Pentingnya praktisi terapis/ sang pelatih seni geser tulang sendi memperlihatkan teknik-tekniknya kepada masyarakat 
  1. Agar mereka mengetahuinya, jangan disembunyikan u agar membuat orang2 penasaran. Kasian, seringnya ikut kr penasaran cuma dapat teknik2 yang sama dan sedikit pengembangan. Suatu gaya teknik dipaksakan oleh si terapis u memahami kerumitan dari pertulangan... 
  2. Selain itu bisa dilihat sejauh mana pengembangan yang telah mereka lakukan dan memperlihatkan nilai kemajuan.
  3. Berkaca pada pengalaman selama 10 tahun ini, apa y ada adalah banyak nama teknik pengobatan, banyak pelatih dan pelatihan diadakan tapi sama saja isinya. 'Itu lagi itu lagi.' Dan masyarakat kita banyak yang tidak paham. Tidak sedikit yang memanfaatkanya.
  4. Kurang memberi kepercayaan kepada keyakinan calon pasien sebab pasien sekali lagi diajak berpetualang demi mencari yang cocok/ mendapat kesembuhan.

Di lain sisi, menyembunyikan teknik dan memanfaatkan ketenaran teknik lain merupakan 

  1. Strategi marketing dengan maksud mendulang uang/ pengikut sebanyak-banyaknya
  2. Sebagai kerahasiaan yang hanya mereka saja yang tau dan Tuhan.
  3. Tekniknya belum dikembangkan. Aplikasinya terdiri dari gabungan metode pengobatan atau perbaikan deskripsi dan kurang bersifat esensial (keamanan, ke efektifan dan kesesuaian dengan standar anatomi dan fisiologi layak ilmu aplikasinya)
  4. Bagian dari proses/ pentahapan usaha bisnis. tapi siapa yang bisa menjamin
  5. Tidak memiliki rasa kepedulian pada edukasi atau 
  6. Karena tidak merasa perlu kr tidak ada lembaga/ asosiasi/ undang2 yang perlu dipatuhi.
  7. Siapa yang mau diklasifikasikan/ digolongkan, sebab mereka bisnis.
  8. Asosiasi yang ada tidak bekerja untuk mewadahi, memberi edukasi dan pengawasan atau perlindungan?
  9. Asosiasi yang ada belum memiliki standar mutu/ layak?
  10. Pelaku belum memiliki kepedulian kepada informasi yang baik kepada calon pasien?
  11. Pelaku lebih memandang efektif dengan mengandalkan keberhasilan caranya dan pengakuan masyarakat. 
  12. Pelaku tidak mau disamakan...

Tapi...

  1. Kembali lagi sih ke masyarakatnya/ calon peserta, seringnya mereka juga seneng dibuat penasaran. Dan kurang berpihak pada kualitas... dan pokoknya sembuh/ bisa (tapi proses patologinya kedepanya???)
  2. Asosiasi yang sudah ada perlu memberikan edukasi/ pendidikan/pembinaan tentang apa standar mereka
  3. Diharapkan pelakunya memiliki kepeduliaan pada layanan yang baik, aman, tidak mahal dan tidak klenik.
  4. Diharapkan pelaku mengedepankan kajian dan menstandarkan pada mutu yang sudah diakui.
  5. Menjadi pasien yang cerdas bukan pasien ikut2an.

Semoga kehadiran kami bisa 
  • mengisi kekosongan solusi yang bisa dipilih
  • mengimbangi informasi yang bernilai manfaat dan 
  • dapat memberi edukasi capaian atau mampu menjadi contoh dan mampu mensupport secara tidak langsung atas perkembangan kajian rekan2 sesama praktisi pengobatan alternatif.

Karena masyarakat masih memilih cara pengobatan tulang dan sendi secara tradisional/ alternatif.. dan kami memilih memperlihatkan teknik dan tidak menyembunyikan. Kr kami lebih seneng masyarakat ter-edukasi/ paham dan mampu menentukan pilihan ketimbang masyarakat y penasaran dan kecewa atau jangan jangan mengalami malapetaka (ini yang kita tidak harapkan). Demikian maksud tujuan penulisan kali ini. 

info gambar : teknik2 kami untuk membantu menyembuhkan saraf kejepit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar